Kamis, 09 Oktober 2014


Cara Mudah Menanam Rumput Gajah Mini HP. 0813 6613 0029

Cara Mudah Menanam Rumput Gajah Mini:

Rumput gajah ada beberapa macam; salah satunya rumput Gajah biasa. Pada dasarnya rumput gajah mini terbagi 2 :

1.    Gajah mini hijau

2.    Gajah mini Varigata
 
 
 

 
Adapun perbedaaanya adalah Rumput Gajah Mini Hijau (daunnya berwarna hijau saja dan bentuknya lebih kecil dibanding rumput gajah biasa sehinga tidak cepet panjang dan mudah merawatnya) dan Gajah Mini Varigata (bentuk daun sama dengan gajah mini, tetapi ada warna putih disetiap pinggir daunnya.

Untuk mulai menanmnya kita persiapkan:
1. Rumput untuk bibit, untuk mendapatkannya bisa minta sama tetangga atau beli ditempat yang menjual rumput (Nathan Flora
0813 6613 0029 / 0813 6690 3223 PIN BB: 2a907221) yang menyediakan lengkap segala macam Rumput, tanaman hias, pohon pelindung dan peneduh.

2. Persiapkan lahan yang mau ditanami, pastikan lahan sudah bersih tidak ada puing", tidak ada alang" atau rumput liar dan sudah digemburkan, untuk memudahkan kita bisa mengurugnya dengan tanah yang baru atau bagus.

3. Menanam, jika lahan sudah siap barulah bisa memulai untuk menanam dengan jarak tidak terlalu rapat dan tidak terlalu jarang.

4. Ditumbuk atau dipadatkan, gunanya agar rumput yang sudah ditanam agar lebih merekat pada tanah tidak mudah lepas saat disiram. Rumput tidak akan mati karena cara penumbukannya dengan cara hati".

5. Menyiram, setelah selesai proses penumbukan diharuskan segera disiram, agar rumput tidak stres bahkan mati dan kembali segar.

6. Pupuk, berikan pupuk urea yang sudah dicampur dengan air agar rumput yang baru ditanam mendapatkan asupan gizi yang baik.

Demikian cara mudah menanam rumput gajah mini.
Selamat mencoba, halaman anda kini menjadi lebih indah dan sejuk dipandang.
Salam_Nathan Flora_
Phone : 0813 6613 0029 / 0813 6690 3223 PIN BB: 2a907221
Muara Bungo, Jambi Indonesia

 
 

 

Rabu, 08 Oktober 2014

Jasa Pembuatan Taman di Muara Bungo

Nathan Flora Landscape
Menerima Jasa Pembuatan Taman
alamat : Jl. Utama RT. 07/03 Sungai Pinang Kec. Bungo Dani
Hp.0813.6613.0029. Pin BB 2a907721











Senin, 15 September 2014

Pohon Bulian/Ulin/Kayu Besi, Ayo berbisnis bibit pohon langka ini...


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Pohon Bulian/Ulin/Kayu Besi, Eusideroxylon Zwageri

Nama lokal:  Bulian

Nama ilmiah: Eusideroxylon Zwageri
Status:  Vulnerable

Famili: Lauraceae

 Distribusi:Jenis pohon ini dapat ditemukan di Indonesia, Brunei, Sabah, Sarawak dan Philipina.

 Habitat: Pohon ini dapat tumbuh pada hutan primer dan sekunder, hingga ketinggian 500m.

Ekologi: Pohon Bulian merupakan jenis pohon yang berkanopi. Distribusinyadapat tersebar atau berkelompok. dapat tumbuh dengan baik pada tanah tipe kering dan liat. Jika pohon ini dibalak , proses regenerasinya sangat lambat.

 Ancaman: Pohon Bulian merupakan salah satu kayu yang sangat berat dan awet didunia, sehingga pohon ini telah tereksploitasi secara berlebihan. Jenis ini juga terancam karena sulitnya untuk dikembangbiakkan dan rendahnya regenerasi.

 Di Harapan Rainforest: Pohon Bulian telah berhasil dikembangkan dan anak pohonnya telah ditanam diberbagai plot sebagai bagian dari proses restorasi.

















Ulin atau disebut juga dengan bulian atau kayu besi adalah pohon berkayu dan merupakan tanaman khas Kalimantan. Kayu ulin terutama dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, seperti konstruksi rumah, jembatan, tiang listrik, dan perkapalan. Ulin merupakan salah satu jenis kayu hutan tropika basah yang tumbuh secara alami di wilayah Sumatera bagian selatan dan Kalimantan.

Ulin termasuk jenis pohon besar yang tingginya dapat mencapai 50 m dengan diameter sampai 120 cm . Pohon ini tumbuh pada dataran rendah sampai ketinggian 400 m. Ulin umumnya tumbuh pada ketinggian 5 – 400 m di atas permukaan laut dengan medan datar sampai miring, tumbuh terpencar atau mengelompok dalam hutan campuran namun sangat jarang dijumpai di habitat rawa-rawa.Kayu Ulin juga tahan terhadap perubahan suhu, kelembaban, dan pengaruh air laut sehingga sifat kayunya sangat berat dan keras. Pohon ulin agak terpisah dari pepohonan lain dan dikelilingi jalur jalan melingkar dari kayu ulin. Di bagian bawah pohon ulin terdapat bagian yang berlobang.

Proses pemuliaan alami di hutan bekas tebangan umumnya kurang berjalan dengan baik. Perkecambahan biji Ulin membutuhkan waktu cukup lama sekitar 6-12 bulan dengan persentase keberhasilan relatif rendah, produksi buah tiap pohon umumnya juga sedikit. Penyebaran permudaan alam secara umum cenderung mengelompok. Ulin tumbuh di dataran rendah primer dan hutan sekunder sampai dengan ketinggian 500m. Biji ulin lebih suka ditiriskan baik tanah, tanah liat berpasir ke tanah liat, kadang-kadang batu kapur. Hal ini umumnya ditemukan di sepanjang sungai dan bukit-bukit yang berdekatan. Hal ini membutuhkan rata-rata curah hujan tahunan 2500-4000 mm.
 
Di Kalimantan, kayu ulin sudah di pakai sebagai bahan utama untuk membuat rumah, khususnya dikalangan suku Dayak. Kayu ulin yang bagus untuk dijadikan bahan baku rumah ialah kayu ulin yang sudah tua. Semakin tua umur kayu ulin, semakin keras kayunya.
Saat ini kayu ulin sudah langka. Hal ini disebabkan oleh lambatnya pertumbuhan, tingkat keberhasilan perkecambahan yang kecil, serta pembalakan hutan liar. Dikhawatirkan jika tidak segera dilestarikan, kayu ulin akan punah.
Salah satu ciri khas tumbuhan Kalimantan adalah Kayu Ulin nya. Dahulu penduduk asli maupun pendatang, baik yang tinggal di pingiran hutan maupun tinggal di atas air dengan rumah panggungnya , memanfaatkan kayu ulin sebagai bagian utama dari tiang, lantai rumah, pagar, patok2 tanah, atap sirap dsb. Kayu ulin mempunyai keistimewaan yang khas yaitu selain keras, berat, juga tidak lapuk kena air bahkan justru lebih tahan lama. Ulin termasuk diantara kayu yang cukup tahan akan serangan rayap. Ulin juga hidup di sebagian hutan pulau Sumatera. Warnanya dari mulai coklat sampai ke hitam2an. Dari sisi kelemahan nya adalah dapat retak2 bila terkena suhu panas yang lama.
 Seiring perjalanan waktu, maka kayu ulin sekarang ini sudah cukup sulit di dapat. Exploitasi penebangan kayu yang kurang terkontrol dimasa lalu, serta disebabkan pula adanya kebakaran hutan, membuat populasi pohon ulin menyusut drastis. Sebagian kayu ulin yang ada di toko kayu bahan bangunan berasal dari pohon ulin yang usianya relatif muda, Padahal untuk menyemai s/d pohon ulin siap di tebang membutuhkan waktu puluhan tahun. Entahlah kalau teknologi pembudi-dayaan tumbuhan telah maju pesat sehingga tidak butuh waktu lama, seperti pohon jati yang sekarang ini sudah ada beberapa varian seperti jati super, jati Salomon dsb.
Sejauh ini sepertinya belum banyak kemajuan dalam rekayasa pembudidayaan pohon ulin agar cepat tumbuh sebagai pohon bernilai tinggi. tidak seperti pohon jati yang kini ada varietas Jati Super yang konon sudah dapat di manfaatkan dengan waktu tanam sekitar dari 5 – 10 tahun saja. Namun Dep Hut bukannya tidak merintis kearah pembudi-dayaan Ulin. di sebagian daerah Kalimantan sudah ada usaha untuk pembudidayaan pohon Ulin. Salah satu pohon ulin terbesar di Dunia yang masih hidup berada di Taman Nasional Kutai +/- 40 Km dari Bontang dengan diameter +/- 2.7 Meter. Sayangnya pohon ini pernah patah dan sudah berlubang di tengahnya. Namun pohon tetap dijadikan monument hidup dari keberadaan pohon  ulin, khususnya di Kalimantan. Dengan berkurangnya pasokan kayu ulin di pasaran maka ternyata juga menggeser penggunaan atau fungsi ulin dari sebagai bahan material bangunan, kearah yang menghasilkan nilai jual lebih tinggi seperti untuk pembuatan mebel2 dan ukiran2 serta souvenir khas motif dayak. Salah satu patokan tinggi rendahnya mebel atau karya ukir dari ulin adalah tingkat kerumitan motif, usia kayu dan lebar papan ulin yang digunakan. Semakin lebar papan ulin secara utuh, menunjukan semakin tua usia kayu tsb. dan otomatis semakin mahal pula harganya. Kisaran harga mulai dari sekitar 4 juta s/d Puluhan juta tergantung barang nya. Hal itu pula yang ternyata 7 tahun terakhir mulai diminati oleh sebagian peminat mebel2 kayu bermotif tradisional.  Berbeda dengan ukiran2 dari kayu Jati, maka rata-rata ketebalan papan kayu ulin lebih tebal dari kayu jati dalam hal pembuatan misalnya peti berukir, mebel, tempat tidur, bingkai cermin dsb. Perkembangan kebutuhan mebel ukiran kayu dari Ulin membuat mata pencaharian tersendiri bagi pencari ulin di hutan sebagia pemasok bengkel mebel. Dalam kelompok kecil mereka masuk jauh kedalam hutan untuk menebang ulin berdasarkan pesanan. Mereka juga menggunakan Kerbau sebagai alat untuk menarik balok Ulin. Biasanya mereka juga memotong2 ulin didalam hutan sesuai pesanan.
Dahulu mereka memotong ulin menjadi balok2 kayu ukuran 10X10, 5X10, dan papan ulin dengan rata2 panjangnya 4 Meter untuk kebutuhan bangunan, namun kini untuk kebutuhan Pengerajin mebel/ukiran Ulin mereka sepertinya selektif dengan mencari pohon ulin berukuran besar dan dipotong2 menjadi papan ukuran 2 meter X lebar batang dengan ketebalan hampir 4 inci.  Bisa dibayangkan papan ulin utuh dengan ukuran panjang 1.5 Meter dan lebar 1 meter serta ketebalan 4 Inci membutuhkan sekitar 8 orang untuk mengangkatnya.  Kegiatan penebangan ulin tsb. bisa jadi Ilegal, namun sejauh ini bengkel2 mebel ukiran ulin belum ada satu pun yang bahan baku nya say adengan di sita sama aparat. Ulin memang sangat keras ,padat dan berat dan cenderung tenggelam bila dimasukan kedam air. Sekarang ini bukan saja pengrajin mebel lokal yang sangat berminat mengembangkan kerajinan mebel ulin, tapi pengerajin dari Bali pun sudah mulai menaruh minatnya akan kayu ulin untuk mendapatkan papan2 ataupun bonggol akar ulin untuk disulap menjadi barang seni berkwalitas tinggi. bila dibanding jati, maka kayu ulin lebih keras bila dipahat. Ukiran Ulin tidak terlalu mementingkan tampilan motif serat kayu, karena boleh dikatakan tidak bermotif serat seperti halnya Jati. Kayu Ulin dipahat/di ukir pada saat kayu masih mengandung cukup air/ basah agar lebih mudah memahatnya. Begitu kira2 seorang pemahat ulin yang pernah bercerita kepada saya. Kerajinan mebel dan ukiran khas dayak dari kayu ulin rata-rata berbentuk peti ulin, tameng khas dayak, kursi tamu, bingkai cermin, tempat tidur. Bahkan kusen dan daun pintu berukir. Kadang untuk menuntaskan 1 Peti ukiran ulin ukuran 2 X 1 X 0.5 mtr membutuhkan waktu ber-bulan2. itu termasuk menunggu kiriman bahan baku dari pemasok.  Hal ini yang menjadikan salah satu para penggemar menjadi kian penasaran.
Salah satu ciri yang membedakan antara ukiran jati dan Ulin adalah bahwa papan ulin yang digunakan sebagai bahan dasar mempunyai ketebalan yang lebih dari rata2 tebal papan jati untuk kebutuhan yang sama. Di tempat bengkel ukiran yang saya temui, sebagian pengukir justru didatangkan dari Jepara. Nah anda tertarik dengan ukiran dari Ulin, siapkan saja kocek yang lumayan banyak untuk produk kayu yang sangat keras ini. Biasanya barang2 yangg menggunakan bahan baku papann ulin ukuran lebar tidak ready stock. Barang tsb. lebih banyak di buat berdasarkan pesanan. Kalau anda memesan tempat tidur ukuran utama, harus dipikirkan matang2 apabila akan di tempatkan di lantai II rumah anda. Hal ini karena Bobot tempat tidur itu sendiri sudah cukup berat, walau pemasangannya menggunakan system knock-down. Bila disandingkan dengan Mebel Jati, jelas dari segi tampilan serat kayu, Jati lebih unggul. Tapi kalau dari segi ciri khas, Ulin lebih exclusive karena keterbatasaan bahan baku alamnya apalagi nanti berkembangan dengan di kombinasikan perhiasan dari batu kecubung yang violet. Menurut para pengerajin, ada sedikit kelemahan kayu ulin yang dibuat untuk mebel atau benda seni / ukiran. Pada suatu saat, diantara kayu ulin itu itu seperti merekah / retak. Untuk mengatasinya biasanya para bengkel / toko mebel ulin bersedia membantu merepasasi kayu ulin yang merekah / pecah. Sekali lagi, bila di banding dengan mebel yang dibuat dengan bahan dasar kayu Jati, maka masing2 punya kelebihannya. Jati selain keras juga menampilkan keindahan serat2 kayu yang alami. Ulin lebih kepada kekerasan dan ke khas-an nya. Tidak terlihat serat kayunya, hanya kayu / papan yang dipakai cenderung lebih tebal dan berwarna coklat tua bahkan bila sudah lama akan hitam mengkilat.
 
TEKNIK PENANAMAN ULIN (Eusideroxylon zwageri T.et.B)

 I.PENGADAAN BIBIT

 1. Pengadaan Benih
 Pohon ulin berubah setiap tahun, pada bulan Juli – Oktober. Buah ulin berbentuk bulat lonjong dengan garis tengah 5 – 10 cm dan panjang 10 – 20 cm. Buah muda berwarna hijau dan menjadi coklat setelah masak. Daging buah akan lepas dari biji melalui proses pembusukan selama ±1-2 bulan. Biji berwarna putih gading dengan kulit biji yang keras setebal 1-2 mm.

Untuk memecahkan kulit biji yang keras, dapat dilakukan skarifikasi dengan merendam dalam air selama 2 jam, kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari selama 2 hari. Cara skarifikasi dengan menggunakan bantuan alat yang tajam dapat merusak kotilendon.
2. Perkecambahan

Perkecambahan ulin dapat dilakukan langsung ke kantong plastik atau melalui bedeng tabur. Perkecambahan melalui bedeng tabur memberikan hasil yang lebih baik.
a. Bedeng Tabur

Bedeng tabur dibuat dengan menggunakan sungkup dari plastik transparan berbentuk setengah lingkaran dengan garis tengah 70 cm. Sungkup dibuat di bawah tegakan atau naungan.

Media yang digunakan untuk perkecambahan adalah pasir yang telah disterilkan, dengan cara : solarisasi, digoreng sangan atau fumigasi media dengan fungisida (Dithane M-45). Tebal pasir di bedeng tabur minimal 20 cm, mengingat pertumbuhan akar ulin sangat sepat dan panjang.
 b. Penaburan Benih

Penaburan dilakukan setelah benih diskarifikasi. Benih ditabur sedalam ¾ dari ukuran benih dengan posisi mendatar.
Benih mulai berkecambah pada hari ke 33 sampai siap sapih pada hari ke 69 (umur 8 minggu). Dengan cara tersebut diperoleh hasil persen kecambah di atas 95%.

3. Penyapihan
Penyapihan bibit dari bedeng tabur ke sapihan dengan menggunakan kantong plastik ukuran 20 x 30 cm. Media yang digunakan adalah campuran tanah, pasir dan kompos dengan perbandingan 7 : 2 : 1. Penyapihan dilakukan pada pagi atau sore hari pada tempat yang teduh.

Bedeng sapih dibuat di bawah naungan dengan kondisi sebagaimana bedeng tabur. Dalam penyapihan bibit ulin, yang perlu diperhatikan adalah hal-hal sebagai berikut:

 Akar tunjang jangan sampai terlipat atau patah, mengingat akar cukup panjang dan besar;

 Biji jangan sampai terputus/terlepas dari bibitnya, karena terpisahnya biji dari bibit akan menyebabkan kematian bibit tanaman.

 Bibit di tingkat sapihan memerlukan waktu 3-4 bulan dan bibit siap tanam di pangan. Bibit asal cabutan anakan alam yang sering digunakan untuk pertanaman, pertumbuhannya kurang baik di lapangan, karena mungkin disebabkan terlepasnya biji dari bibit.

4. Pemeliharaan Bibit
Penyiraman dan Pemupukan

Penyiraman dilakukan paling sedikit satu kali dalam satu hari. Pemupukan diberikan apabila pertumbuhan bibit di bedeng sapih kurang baik. Pupuk yang biasa digunakan adalah NPK (15:15:15) dengan dosis 10 gr per kantong plastik.
 Pengendalian Hama dan Penyakit

 Pengendalian hama dan penyakit dilakukan apabila terlihat adanya gejala serangan. Insektisida atau fungisida yang digunakan disesuaikan dengan jenis jamur ataupun serangga yang menyerangnya.
Kecambah Ulin



II. PEMBUATAN TANAMAN
1.Persiapan Lapangan
 1.Pemilihan Lokasi
 Ulin termasuk jenis semi toleran, yang pada waktu mudanya memerlukan naungan dengan intensitas tertentu. Pertumbuhan awal terbaik pada instensitas cahaya 5-25%. Penanaman pada lahan terbuka, perlu ditanami terlebih dahulu dengan jenis tanaman lain yang bertajuk rapat sehingga mencapai instensitas cahaya di bawah tegakan sebagaimana tersebut di atas.
2. Persiapan Lapangan
 Areal yang akan digunakan perlu dibersihkan dari belukar yang dapat mengganggu penanaman dengan cara jalur selebar 2 m. Ajir tanaman dipasang dengan jarak 4 x 4 m. Lubang-lubang tanam dibuat dengan ukuran 30 x 40 cm dengan kedalaman 30 cm.
 3. Penanaman
Penanaman dilakukan pada waktu awal musim penghujan, diikuti dengan pengairan. Pada saat penanaman, biji juga harus tetap dijaga agar jangan sampai terlepas dari bibitnya.
4. Pemeliharaan
 a.Penyulaman
 Penyulaman dilakukan satu bulan setelah penanaman. Penyulaman sebaiknya dilakukan pada waktu musim hujan masih ada.
 b. Penyiangan dan Pendangiran
 Penyiangan dilakukan setiap 4 bulan sekali pada tahun pertama dan 6 bulan sekali pada tahun berikutnya. Penyiangan dilakukan secara jalur dengan lebar 1 m ke kanan dan kiri tanaman. Pendangiran dilakukan bersamaan dengan pendangiran.





 

 
 
 
 c. Pemupukan
 Jenis dan dosis pemupukan yang dipergunakan disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Pemupukan dilakukan satu tahun sekali. Pupuk NPK (15:15:15) dengan dosis 100 gr per pohon memberikan hasil yang lebih baik. Pemupukan awal dilakukan pada saat tanaman berumur satu bulan.
 
Dikutip dari berbagai sumber_Muara Bungo_15_09_2014
 
 

Kamis, 28 Agustus 2014

6 Seniman Bonsai terhebat di dunia, salah satunya orang Indonesia lho.....

Seniman Bonsai Terhebat di Dunia
Merawat dan memelihara bonsai bukanlah pekerjaan yang instan / cepat tetapi diperlukan metode , trik dan kesabaran untuk merawat serta membentuk bonsai. Seni Bonsai adalah seni yang membutuhkan waktu yang lama karena obyek kita adalah mahluk hidup yaitu tumbuhan. Karena kerumitan inilah maka sudah sewajarnya jika setiap orang menghargai hasil karya sang seniman. Bentuk bonsai yang terpampang indah dan artistik tidak serta merta cantik tetapi membutuhkan polesan dan seni sehingga bentuk awal tumbuhan dengan bentuk akhirnya akan sangat berbeda. Berikut ini adalah para seniman bonsai yang karya karyanya telah begitu mempesona banyak penggemar bonsai di seluruh dunia.

A. Masahiko Kimura
 
 
Masahiko Kimura adalah pemegang saham bonsai sekaligus seniman dan praktisi judo terkenal yang brutal . Kimura sangat terkenal di seluruh dunia .Dia pertama kali mulai belajar bonsai dalam rangka untuk menyenangkan hati ibunya. Dia mampu membuat terkenal industri bonsai ini karena cara dia mampu membentuk kayu mati..
 
B. Lindsey Bebb
 
 
Lindsey Bebb adalah salah satu seniman bonsai terkemuka Australia . Dia telah membentuk berbagai jenis bonsai selama hampir 40 tahun dan telah membangun bisnis yang sukses di pekerjaannya yaitu hanya menjalankan toko ritel terakreditasi penuh bonsai di Australia.
 
 
C. Ben Oki
 
 
Ben Oki adalah seniman bonsai berbintang. lanskapis dan tukang kebun dengan gelar bisnis dari salah satu bisnis yang paling bergengsi sekolah Jepang ini telah menciptakan kebun untuk bintang film seperti Cybil Shepherd. Semua karyanya menunjukkan tipe2 membonsai zaman klasik, walaupun ia belajat dari master asli bonsai modern, John Naka.
 
D. Jhon Naka
 
 
Mendiang John Naka adalah seniman bonsai yang paling terkenal Amerika di zamannya. Meskipun ia lahir di AS, ia kembali ke Jepang untuk belajar bonsai pada usia yang sangat muda. Dia aktif membuat bonsai Amerika dengan jumlah banyak tahun 1950-an dan 60an
 
E. Robert Steven (Indonesia)
 
 
Robert Steven adalah salah satu seniman bonsai yang terkenal di Indonesia. Dia dikenal pantang menyerah untuk teknik " penjing " pada bonsai .pekerjaan lainnya si Robert tidak memiliki sifat-sifat indah seperti keindahannya dalam mengukir bonsai. Namun, si Robert ini aktrab dipanggil dengan " bonsai' s anak nakal" .Dia telah memenangkan penghargaan mainstream utama dalam bidang membonsai , termasuk penghargaab bonsai Ben Oki International Design Award..
 
 
 
 
 
F. Quinquan Zhao
 
 
 
Quinquan Zhou yang paling terkenal untuk membuat teknik bonsai " penjing " ( lanskap miniatur yang menggabungkan bonsai dengan tanah, dedaunan, dan batu ). Lahir di dekat Sungai Yangtze di Cina Tengah, Zhou telah mengelilingi Eropa, Pasifik, dan Amerika untuk mengajar dan merancang segal sesuatu mengenai bonsai.
 
 
 
Sumber
kaskus.us
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Senin, 25 Agustus 2014

Artikel Kigawa

On the Origin of Bonsai Banding ke Man
Saya menulis artikel ini awal tahun ini dan setelah beberapa gagal
mencoba untuk menerbitkannya di majalah bonsai itu menemukan rumah di sini.
Aku ingin menjelaskan emosi saya yang kuat terhadap bonsai
dan
Saya berharap bahwa orang lain mungkin menemukan Pemaparan saya tions diterima.
Biarkan aku tahu apa yang Anda pikirkan dan memberikan komentar.


Apakah Anda pernah bertanya-tanya mengapa orang menikmati melihat bonsai? Sukacita kita peroleh dari melihat bonsai adalah inti dari keberadaannya. Namun, alasan mengapa fitur tertentu membuat bonsai menarik bagi kami adalah yg tak dpt dipahami. Misalnya, hanya mengatakan bahwa pohon seimbang tidak menjelaskan mengapa keseimbangan adalah kualitas yang diinginkan. Pikiran-pikiran ini membawa saya untuk mencari pemahaman yang lebih baik persepsi kita tentang bonsai.

Jawaban berasal dari pelatihan saya sebagai ahli biologi. Sebagai soal fakta, saya datang dengan empat teori yang menjelaskan alasan untuk daya tarik visual dari bonsai. Tapi pertama-tama, saya harus membuat disclaimer kecil. Sebenarnya, teori saya di sini adalah spekulasi. Sebagai seorang ilmuwan, saya melihat mereka sebagai hipotesis, yang seharusnya diuji. Beberapa laporan saya, meskipun, mungkin didukung oleh literatur ilmiah yang ada, namun tinjauan literatur ini adalah di luar lingkup tulisan ini. Tujuannya hanya untuk menyampaikan ide-ide saya.


Teori Satu: perlindungan Arboreal

Manusia dapat dengan cepat dan akurat menilai pohon individu dan pohon positif dinilai dianggap oleh kita sebagai indah. Penilaian seperti membawa kita detik, kita melakukannya tanpa sadar. Ini hanyalah insting kita. Manusia modern tidak perlu menilai pohon untuk kecantikan mereka, tapi kami memiliki kemampuan ini pula. Mengapa? Saya percaya kemampuan ini adalah sisa dari masa lalu evolusi kita.

Dari sekitar 85 juta tahun yang lalu sampai sekitar 4 juta tahun yang lalu nenek moyang kita hidup di pohon. Selama periode evolusi panjang ini 'kemampuan untuk menilai pohon untuk kesesuaian mereka sebagai tempat berlindung adalah' nenek moyang kita tertanam dalam otak mereka dan menjadi naluri. Meskipun, di babak 4 juta tahun, nenek moyang kita secara bertahap dihentikan cara arboreal hidup mereka dan kehilangan kebutuhan naluri ini, sisa-sisa yang masih ada di cara kerja pikiran kita. Ini mengarah ke pertanyaan apa yang membuat pohon yang indah? Yah, saya pikir kualitas yang membuat kita merasakan pohon sebagai 'indah' ​​adalah stabilitas struktural dan kompleksitas.

Untuk mengilustrasikan poin saya tentang stabilitas struktural saya membuat diagram ditunjukkan di bawah ini dan meminta sepuluh rekan kerja random: "? Yang pohon memiliki bentuk yang paling menyenangkan" Sembilan dari sepuluh memilih opsi 'b', yang akan terjadi pada pohon yang paling struktural stabil banyak. Hal ini juga akan membuat bonsai terbaik menurut pendapat saya.

Sementara bentuk 'a', 'c' dan 'd' kurang stabil daripada 'b', bentuk 'e' cukup stabil, namun peserta tes tidak menemukan itu menyenangkan, dan aku tahu mengapa. Bentuk 'e' adalah semak. Semak tidak membuat Anda keluar dari jangkauan predator ini. Pada saat yang sama, mereka memberikan predator dengan tempat bersembunyi untuk menyergap Anda. Di masa lalu, nenek moyang kita bertahan dengan menjadi waspada terhadap semak dan hari ini kita masih lebih suka penampilan pohon dengan yang semak.

Untuk memperjelas apa yang saya maksudkan sebelumnya oleh kompleksitas pohon, saya membuat diagram lain, di mana jumlah cabang pohon mewakili kompleksitas. Diagram ditampilkan di bawah. Aku bertanya sama sepuluh rekan pertanyaan yang sama: "? Yang pohon memiliki bentuk yang paling menyenangkan" Tujuh dari sepuluh memilih opsi 'c' dan dua orang memilih opsi 'a'. Sebagian besar orang lebih suka pohon dengan struktur cabang yang lebih kompleks. Jika pohon-pohon tersebut bonsai Anda akan bodoh untuk memilih apa pun kecuali 'c'.

Tiba-tiba, semua aturan untuk styling bonsai mulai mengambil makna baru. Fitur bonsai seperti menopang akar, batang tebal, batang lancip, proporsi rasio emas, puncak atas dasar batang dan seimbang percabangan adalah karakteristik struktur yang stabil. Di sisi lain, fitur seperti cabang mati, kayu terkena, batang berongga, kulit berbukit yang kasar bertekstur, buah, bunga, dedaunan berwarna biasa dan baik-baik saja bercabang adalah karakteristik yang menghiasi bonsai dengan lapisan kompleksitas. Ketika garis batang bonsai terlihat, kita melihat semua karakteristik yang jelas dan lebih mudah bagi kita untuk menghargai bonsai. Kami berusaha untuk membuat bonsai kita 'cantik' dan tanpa disadari, membuat representasi dari pengungsi arboreal disukai oleh nenek moyang prasejarah kita. Kita seperti bonsai karena mereka terlihat seperti rumah purba kita .

Teori Dua: Keajaiban kelangsungan hidup

Argumen saya membuat sejauh menjelaskan daya tarik pohon secara struktural stabil atau apa yang kita mengklasifikasikan dalam bonsai sebagai gaya tegak, tapi bagaimana bentuk pohon lain? Di sini, saya ingin menjelaskan daya tarik bonsai yang menggambarkan pohon berjuang melawan unsur-unsur alam. Kategori ini berisi gaya bonsai seperti sastrawan, kaskade, tertiup angin, memukul-by-petir, melayang-kayu, akar-over-rock, rakit dan gaya kadang-kadang lainnya.

Sebuah kelangsungan hidup aneh atau mustahil dari makhluk hidup sering menarik perhatian kita. Kami merasa simpati dan kasih sayang pada menyaksikan bertahan hidup melawan segala rintangan. Ini adalah emosi yang mendorong kita untuk melindungi alam. Kami mengagumi pelarian antelop itu dari cakar singa dan kita bertanya-tanya di pohon terhambat menempel tebing. Mengetahui sumber emosi ini bisa menjelaskan daya tarik yang dimiliki oleh bonsai menyiratkan ajaib bertahan hidup seperti itu.

Menurut sebuah buku secara luas diakui berjudul "The Selfish Gene", yang ditulis oleh ahli biologi evolusi Richard Dawkins, penyebab kasih sayang seperti terhadap makhluk hidup lainnya adalah keterkaitan genetik kita kepada mereka. Semakin banyak gen kita berbagi dengan organisme hidup lain yang lebih welas asih kita merasa ke arah itu. Secara genetik, kita paling erat kaitannya dengan orang tua kita, saudara dan anak dan mereka biasanya yang kita peduli tentang yang paling. Kami akan lebih peduli anjing peliharaan dari ikan hewan peliharaan, karena kita berbagi gen dengan anjing. Saya mendengar Anda bertanya: Apakah kita benar-benar berhubungan dengan tanaman? Jawabannya adalah ya. Kami berbagi banyak gen dengan tanaman dan semua makhluk hidup lainnya di planet kita, termasuk bakteri. Seperti kita hanya jauh dengan tanaman simpati kami terhadap mereka tidak terlalu kuat. Manusia membunuh tanaman cukup sering, namun kami juga melindungi spesies langka dan tumbuh tanaman tanpa penggunaan praktis. Bonsai adalah salah satu contoh dari itu.

Gaya bonsai seperti sastrawan, kaskade dan beberapa orang lain sering mewakili kasus yang agak ekstrim untuk bertahan hidup, yang membangkitkan kasih sayang secara lebih efektif. Saya juga harus mencatat bahwa 'keajaiban hidup' dan 'perlindungan arboreal' teori sering bekerja sama. Sebagai contoh, sebuah bonsai kaskade dengan batang tebal dan cabang seimbang akan menciptakan daya tarik kuat. Saya harap Anda mulai melihat bahwa psikologi persepsi kita tentang bonsai ini sangat kompleks dan teori berikutnya akan menambahkan lapisan lain kompleksitas.

Teori Tiga: Bidang mimpi

Di sini, saya ingin menjelaskan daya tarik hutan bonsai, penanaman batu, saikei, bonkei, beberapa suiseki dan bahkan beberapa jenis kebun Oriental. Semua bentuk seni ini memiliki satu common denominator - mereka mewakili lanskap. Di sini kita perlu berpikir di luar setiap pohon dan bertanya pada diri sendiri beberapa pertanyaan. Pertama: "Mengapa kita menikmati melihat pemandangan secara umum?" Dan kedua: "Apa landscape fitur tahan banding kuat kepada kami dan mengapa?"

Untuk menjawab pertanyaan ini saya menggunakan kekuatan Google untuk melakukan survei kecil. Aku memasuki pencarian kriteria ' pemandangan indah 'di Google Images dan memeriksa atas seratus hasil. Gambar pemandangan yang sangat beragam dan digambarkan gurun, laut, gunung, hutan, kota dan banyak lagi. Pertama, saya mencoba untuk menemukan sesuatu yang hadir di masing-masing dan setiap satu dari mereka seratus lanskap. Ini menjadi segera jelas bahwa itu bukan suatu fitur fisik tertentu dari lansekap. Satu-satunya atribut umum mereka semua berbagi adalah kelimpahan ruang terbuka. Dalam 94% dari lanskap pemirsa bisa melihat lebih jauh dari satu kilometer dan 91% dari mereka menampilkan cakrawala jauh.

Hal ini menunjukkan bahwa ruang terbuka sangat menyenangkan untuk mata manusia. Kemampuan untuk melihat bahaya dari jauh sangat penting bagi kelangsungan hidup kita, begitu juga kemampuan untuk melihat pilihan untuk makanan dan tempat tinggal. Pada tingkat bawah sadar, kita merasa lebih aman ketika garis pandang kita adalah terganggu, tapi pikiran sadar kita mengatakan bahwa kita melihat lingkungan yang indah. Salah satu contoh yang mendukung teori ini adalah pemandangan laut a. Laut tidak habitat kami, tapi kami senang melihat hal itu, hanya karena garis pandang kita adalah terganggu. Contoh lain adalah melihat pemandangan kota dari gedung tinggi. Pemandangan yang kita lihat adalah benar-benar buatan, namun menyenangkan untuk kami karena garis pandang kita adalah terganggu lagi.

Jawaban untuk pertanyaan pertama saya tentang lanskap cukup sederhana. Kami menikmati melihat hamparan luas ruang terbuka, karena kita bisa melihat apa yang ada di luar sana, dan itu membuat kita merasa aman . Kami suka bonsai mewakili lanskap karena mereka menyiratkan jarak dan ruang terbuka. Bonsai tersebut membangkitkan emosi bawah sadar keselamatan, yang dirasionalisasikan oleh pikiran sadar kita sebagai kecantikan.

Sekarang, mari kita periksa fitur lanskap khusus untuk menilai daya tarik mereka kepada kami. Kita harus ingat bahwa bentangan besar ruang terbuka adalah sifat lanskap yang paling diinginkan dan tidak ada fitur lain yang bisa mengalahkan 100 dari 100 skor. Saya menggunakan yang sama seratus gambar untuk mencetak atribut lanskap lainnya. Aku menghitung berapa banyak gambar dari seratus terkandung atribut tertentu. Jumlah ini juga persentase dan akan ditampilkan dalam tabel di bawah ini.

Daftar atribut yang mencetak lebih dari lima puluh persen mengejutkan kecil. Persentase juga memprioritaskan pentingnya atribut lanskap ini. Diagram di bawah adalah representasi umum lanskap rata mengandung pohon, padang rumput, air, pegunungan dan banyak ruang terbuka. Banyak gambar di atas yang seratus tampak mirip dengan ini.


Pohon dan padang rumput yang atribut lanskap yang paling diinginkan. Mereka juga hanya dua komponen yang Anda butuhkan untuk membuat hutan bonsai dasar Anda. Pada kenyataannya, bahkan satu pohon bonsai sering menyarankan pohon tunggal di atas bukit atau di padang rumput. Dalam tampilan bonsai resmi saran tersebut dibantu dengan menggunakan rumput sebagai tanaman aksen. Dari sudut pandang ilmiah, pentingnya pohon dan padang rumput masuk akal. Manusia, sebagai spesies, berkembang dalam ekosistem yang campuran hutan dan padang rumput. Ketika kita melihat kombinasi hutan dan padang rumput naluri kami mengatakan kepada kita bahwa kita berada di tempat yang tepat. Kedua habitat dapat memberikan kita dengan berbagai makanan dan tempat tinggal yang kita butuhkan untuk bertahan hidup.

Atribut ketiga yang paling penting landscape air dan pentingnya adalah diri dipahami. Namun, pentingnya pegunungan membutuhkan penjelasan. Saya telah berbicara panjang lebar tentang garis terputus dari pandangan. Nah, sangat sering Anda harus berada di puncak gunung untuk memilikinya. Bukit dan gunung yang tersedia manusia purba dengan titik pandang yang diperlukan untuk berburu, mengumpulkan dan keamanan.

Gunung juga merupakan sumber dari berbagai jenis banding. Apa yang Anda pikirkan adalah penampungan terbaik manusia prasejarah bisa berharap untuk? Itu sebuah gua, dan gua-gua yang ditemukan di pegunungan. Pikirkan rumah bata modern kita. Mereka tidak lain hanyalah gua buatan. Manusia berhenti menggunakan gua prasejarah di karena mereka belajar bagaimana untuk custom-membuat mereka dari berbagai bahan. Pada kenyataannya, ini adalah salah satu penemuan penting yang memungkinkan manusia untuk berkembang biak dan menyebar ke lingkungan yang kurang menguntungkan.

Saya harap Anda mulai memahami mengapa bonsai menunjukkan ruang terbuka, pohon-pohon, rumput, air dan batu begitu menarik bagi kami. Mereka memanfaatkan naluri dan pikiran kita merangkul unsur-unsur ini sebagai sesuatu yang menarik. Pada kenyataannya, kami menikmati melihat bonsai seperti itu karena mereka menggambarkan tempat hidup menjanjikan .

Teori Empat: Pohon menyamar

Setelah memberikan beberapa penjelasan yang berbeda untuk daya tarik visual dari bonsai, saya masih bisa melihat satu lagi. Ini menyangkut kategori bonsai yang bentuknya menunjukkan sesuatu yang lain dari pohon. Kategori ini berisi pohon-pohon seperti 'Selamat datang pinus' mengingatkan kita seseorang dengan lengan terbuka. Ini juga mencakup pohon-pohon yang terlihat seperti naga, karakter bahasa Cina dan terkadang benda-benda lainnya.

Apresiasi bonsai tersebut membutuhkan tidak insting, tapi sadar dan berpikir abstrak. Dalam kasus 'Selamat datang pinus' kita harus membuat ide abstrak bentuk tertentu melalui mengamati dan menganalisa bentuk kehidupan nyata objek seperti seseorang dengan lengan terbuka, pohon terkenal yang ada di China dan pohon bonsai yang menyerupai kedua . Kami suka melihat 'Selamat datang pinus' bonsai karena membuat koneksi antara obyek yang tampaknya tidak berhubungan menyenangkan bagi kami. Untuk memahami mengapa kita menikmatinya, memikirkan manusia prasejarah mampu mengenali predator disamarkan sebagai dedaunan atau mangsa disamarkan seperti batu. Membuat sambungan tersebut bisa menjadi masalah hidup dan mati untuk nenek moyang kita. Dalam evolusi seleksi alam masa lalu kita disukai individu dengan kemampuan yang lebih baik untuk berpikir abstrak dan otak kita berevolusi untuk menghargai dengan emosi positif. Adaptasi evolusioner yang demikian memungkinkan spesies kita untuk menemukan dan berinovasi, yang pada gilirannya sangat meningkatkan peluang kami bertahan hidup.

Hari ini, kami menikmati memecahkan teka-teki bahkan ketika tidak ada imbalan langsung yang terkait dengan mereka. Pemecahan masalah memicu emosi positif dalam otak kita dan mengakui bahwa pohon bonsai terlihat seperti sesuatu yang lain membuat kita merasa bahagia.
* *
Saya telah mencoba yang terbaik untuk menjelaskan mengapa orang menikmati melihat bonsai, tapi bagaimana teori-teori saya dapat membantu seorang praktisi bonsai rata-rata? Saya percaya bahwa sifat-sifat bonsai diidentifikasi dalam teori saya dapat digunakan sebagai serangkaian pedoman untuk membuat, menampilkan dan menilai bonsai. Setiap kali Anda melihat bonsai dan merasa bahwa ada sesuatu yang hilang - memeriksa terhadap kriteria sebagai berikut:

  • Apakah menyampaikan rasa stabilitas?
  • Apakah itu menggabungkan beberapa tempat tujuan untuk menggambarkan kompleksitas yang cukup?
  • Apakah itu menggambarkan perjuangan melawan alam?
  • Apakah itu menunjukkan lanskap terbuka, mungkin dengan air atau batu?
  • Apakah bentuknya menyinggung apa pun selain pohon?

Kriteria ini sangat dikenal masyarakat bonsai, tetapi sekarang Anda memiliki penjelasan yang mungkin untuk bagaimana mereka berinteraksi dengan pikiran dan mengapa penting untuk memasukkan mereka ke dalam desain bonsai Anda.